Ada sebuah cerita mengenai semut dan cengkerik. ceritanya lebih kurang sama dengan entri sebelum ini 'semut dan belalang' tetapi kali ini ada kaitan rapat dengan buruh bersempena hari buruh yang di sambut setiap kali menjelangnya 1 Mei.
Si semut selalu rajin bekerja untuk kepentingan Ratu dan koloninya sedangkan si cengkerik bekerja untuk dirinya sendiri dan kemudian asyik berdondang sayang & bernyanyi. Semut dan cengkerik boleh juga di andaikan sbg seorang pekerja yang komited dan berdaya maju.
Semut setiap hari sibuk dan sibuk bekerja untuk memenuhi tuntutan semua koloni termasuk Ratu dan larva semut, Sifatnya boleh di andaikan seperti kita seorang pekerja atau buruh yang terus sibuk bekerja untuk memenuhi keuntungan atau memperkaya Ratu (Bos kita). Semut akan terus bekerja sampai mati, tidak pernah ada waktu untuk bersenang-senang sama sekali.
Tetapi sebaliknya sang cengkerik bekerja untuk keperluannya sendiri, setelah itu dia akan menikmati waktu luangnya untuk bersenang-senang. Senang ceritanya dia bekerja untuk dirinya sendiri tanpa bos.
Oleh kerana kita adalah seorang pekerja atau buruh yang bekerja untuk orang lain dianggap tidak mandiri, lantas bos akan membuat agar buruh selalu berfikiran sempit sehingga selalu bergantung pada tempatnya bekerja, dan akan terus bekerja untuk memperkayakan bosnya... (?)
Apakah Anda tidak ingin menjadi seperti seekor cengkerik yang bisa menikmati hidupnya sendiri tanpa ada gangguan dari Bos?
Bekerja untuk orang lain, tidak ada yang salah dengan hal ini, begitu juga bekerja untuk diri sendiri. Perbezaannya adalah, bekerja bagi orang lain akan membawa kebahagiaan bagi orang lain, memberi manfaat kepada orang lain adalah suatu kebaikan. Apabila kita memilih untuk bekerja dan menghidupi orang lain, tentulah manfaat yang kita berikan akan lebih besar lagi.